Senin, 07 Mei 2018

PENGGANTIAN BATERAI 3V RELAY PROTEKSI D60 PHT BDSLN 1

Pada tanggal  07  Mei 2018 dilakukan penggantian Baterai Relai proteksi D60 BDSLN 1. Sebelumnya pada layar LCD Relai Proteksi D60 Pht BDSLN 1 muncul peringatan bahwa Baterai 3V yang terpasang di peralatan relai proteksi sudah lemah sehingga perlu dilakukan penggantian. Sebenarnya saya tidak  mengikuti semua proses penggantian baterai ini dikarenakan saya melaksanakan har 2 tahunan PMT 7A2 namun saya akan mejelaskan semampu saya. Berikut ini merupakan langkah2 penggantian baterai.

1.block jalur supply, tripping, CBF, BusPro yang terhubung ke Relai D60 utuk mencegah TRIPnya PMT apabila relai D60 error dan mengirimka sinyal tripping ke PMT, sinyal ke CBF da BusPro. Untuk terminal yang di putuskan/lepaskan bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar Termial Hubung Block Rangkaian Tripping, CBF, Buspro di relai D60 Pht BDSLN 1
2. Mengoffkan supply DC 110V untuk relai D60. Dibawah ini merupakan gambar MCB untuk menghubungkan supply 110V ke relai D60 pht BDSLN 1

MCB 110V Untuk Relai D60
3. Membuka Penutup Depan relai D60 agar nantinya  modul yang berisi baterai 3V dapat di lepaskan.

Proses melepaskan penutup depan relai D60

4. Langkah selajutya mencabut/melepaskan modul yang berisi baterai 3V, letak daripada modul ini yaitu pada slot paling kiri pada relai D60. Pada gambar dibawah ini terlihat slot paling kiri kosong karena modul sudah di lepaskan.

Bagian Dalam Relai D60

5. Melakukan penggantian baterai 3V yang lama dengan baterai 3V yang baru. Gambar dibawah ini merupakan  modul dari relai D60 yang mana sudah dilakukan penggantian baterai 3V yang baru (berwarna ungu muda).

Salah Satu Modul Rangkaian Relai D60 

Baterai 3V bekas 
6. Memasang kembali modul ketempatnya semula yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini.

Proses pemasangan Modul
7. Memasang kembali penutup depan relai D60 yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini.


Proses memasang penutup depan relai D60

8. Menghidupkan/ON kan MCB supply DC110V relai D60 pht BDSLN 1 kemudian lihat layar LCD relai D60 dan tunggu beberapa menit sampai Relai menyala normal.

9. Langkah selanjutya melakukan pengukuran satu persatu pada terminal hubung (supply, tripping, CBF, Buspro) yang berada di Panel, Ukur output/keluaran relai D60 di terminal hubung dan pastikan teg. 0 / tidak ada sumber positif sebagai trigger ke sistem tripping setelah dipastikan teg 0V maka hubungkan/pasang jumper terminal hubung. begitu juga dengan terminal yang terhubung ke rangkaian CBF dan Buspro, pastikan di terminal hubung teg. 0V dari relay D60 kemudian hubungkan/pasang jumper terminal hubung. Setelah semua koneksi terminal hubung terpasang dan relai D60 beroperasi normal maka proses penggantian baterai 3V di relay D60 pht BDSLN 1 dinyatakan selesai.


Gambar Termial Hubung Block Rangkaian Tripping, CBF, Buspro di relai D60 Pht BDSLN 1

Sekian yang dapat saya jelaskan jika terdapat kekurangan dalam proses penggatian relai D60 pht BDSLN 1 kedepannya akan saya perbarui. TERIMAKASIH








Sabtu, 21 April 2018

PEGGATIAN LMU DAN PLC PHT CIRATA 1

Pada tanggal 21 April 2018 melanjutkan pekerjaan penggantian LMU dan PLC arah penghantar Cirata 1. kali ini dilakukan pemadaman penghantar cirata 1 dikarenakan akan dilakukan penggantian LMU di lapangan dan melakukan penyettingan PLC yang baru. Pekerjaan dilaksanakan oleh pihak Vendor Bumi Sentosa dan dibantu oleh Tim Telkom APB untuk pemasangan LMU dilapangan.

Minggu, 18 Februari 2018

PENGGANTIAN LMU DAN PLC PHT CIRATA 2

Pada tanggal 14 sampai 15 Februari 2018 dilaksanakan pekerjaan pemasangan panel PLC di ruangan proteksi dan melakukan pekerjaan penarikan kabel Coaxial menuju  LMU pht Cirata 2, penarikan 4 kabel ke panel proteksi cirata 2 untuk keperluan Send - Receiv DTT  serta kabel AC dan DC 48V untuk supply PLC.

Senin, 29 Januari 2018

PEMASANGAN POWER QUALITY METER

Pada tanggal 29 Januari 2018 dilaksanakan pekerjaan pemasangan Power Quality Meter di GISTET Saguling
Power Quality Meter (PQM) merupakan alat yang berfungsi untuk membaca dan merekam kualitas power/daya listrik secara realtime.

Selasa, 23 Januari 2018

Senin, 22 Januari 2018

Minggu, 21 Januari 2018

PENGGANTIAN LA PHASA R PHT BANDUNG SELATAN 2

Pada tanggal 21 Januari 2018 dilaksanakan penggantian LA phasa R arah penghantar Bandung Selatan 2. Penggantian dilakukan dikarenakan dari hasil uji LCM (Leaked Current Measurment) sudah buruk ( nilai hasil uji tidak sesuai standar).

Sabtu, 20 Januari 2018

PENGGANTIAN LA PHASA R PHT BANDUNG SELATAN 1

Pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018 dilakukan pekerjaan penggantian LA phasa R arah penghantar bandung selatan 1, penggantian LA dilakukan dikarenakan peralatan LA yang terpasang sebelumnya miring sekitar 30 derajat ini disebabkan LA dengan Line Dropper tidak Sejajar dan  LA yang terpasang berbahan silicon/polymer sehingga LA tidak kuat menahan berat Line Dropper. Pekerjaan dilakukan Oleh vendor PT.BISETTA dari pihak PLN hanya mengawasi dan melakukan pengujian tahanan ISOLASI terhadap LA yang akan dipasang.

Sabtu, 13 Januari 2018

BLACK START PLTA SAGULING & LINE CHARGING SUTET SGLNG -BDGSLN 2

Pada tanggal 13 Januari dilaksanakan simulasi Asut Gelap di GISTET Saguling. Direncanakan dilakukan Black Start Generator Unit 4 PLTA Saguling, tegangan dari Generator Unit 4 disalurkan menuju Trafo MTR 2  diteruskan ke GISTET Saguling Menuju Busbar A Kemudian disalurkan GITET Bandung Selatan lewat penghantar Bandung Selatan 2.

Jumat, 24 November 2017

WIRING CONTROL CLOSE DAN OPEN PERALATAN DS/ES MITSUBISHI

kali ini saya ingin share mengenai wiring control daripada peralatan DS/ES merk mitsubishi. Saya hanya menggambar ulang wiring yang sudah ada di asbuilt drawing, karena gambar aslinya keliatannya sudah mulai mengalami kerusakan sehingga saya berinisiatif untuk menggambar ulang agar gambar wiring tidak hilang dan dapat dilihat sewaktu dibutuhkan. Bisa dilihat pada gambar wiring Ini merupakan wiring control untuk  Close dan Open peralatan DS/ES.


Dibawah ini adalah gambar fisik Box DS/ES beserta tata letak penempatan peralatan/komponen yang digunakan didalam sistem control close dan open DS/ES.


AIR COMPRESSOR UNIT 1 DAN UNIT 2

Kompresor udara adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan atau memampatkan udara. Kompresor udara di GISTET Saguling menggunakan motor listrik 3phasa sebagai tenaga penggeraknya.

GISTET Saguling memiliki 2 buah Unit compressor yang setiap unit menggunakan 2 buah motor listrik 3 phasa yang berfungsi untuk megoperasikan pompa kompresi udara (penggerak mula).

Selasa, 17 Oktober 2017

Senin, 02 Oktober 2017

GAGAL TRIP SETELAH GANTI TRIPPING COIL DI PMT 7B3 T


Tanggal 02 oktober 2017 untuk pekerjaan overhaul PMT 7B3 sudah selesai dilaksanakan maka selanjutnya dilakukan function test  yaitu PMT 7B3 dicoba ntuk operasikan close - open dari switch discrapency di LCC 3, saat coba dimasukan (close) PMT 7B3 berhasil masuk ketiga phasa secara serempak, namun terjadi anomali / masalah  saat PMT 7B3 dicoba dikeluarkan (open) dimana PMT 7B3 phasa R,S keluar bersamaan namun untuk PMT 7B3 T terlambat keluar (open).

Kamis, 07 September 2017

PERALATAN BOX DS DSN ES

Pada tanggal 07 september 2017 dilakukan Overhaul Diameter  dimana salah satu pekerjaan yang dilaksanakan yaitu penggantian peralatan di box DS dan box ES. Peralatan yang akan ganti bisa dilhat pada gambar dibawah ini :


Dibawah ini adalah daftar peralatan yang diganti berikut penjelasannya :















Minggu, 03 September 2017

PENJUMPERAN PHT. BANDUNG SELATAN 2 - CIRATA 2 DALAM RANGKA OVERHAUL D.3

Tanggal 02 september 2017 saat pagi hari sekitar jam 05.10 WIB saya dan rekan-rekan yang lainnya sudah siap-siap untuk melaksanakan manuver pembebasan Busbar B dan pembebasan penghantar arah Cirata 2 dalam rangka untuk melepaskan line dropper arah busbar B dan line dropper arah penghantar Cirata 2.

Adapun langkah-langkah manuver pembebasan Busbar B dan pht Cirata 2 yaitu :
 05.37       PMT 7B5         #             06.27      PMS Tanah Cirata 2 189E-32L      //
 05.40       PMS 7B5.1      #             06.30      PMS Tanah Busbar B 189E-11B    //
 05.40       PMS 7B5.2      #             06.37      PMS Tanah Busbar B 189E-21B    //
 05.45       PMT 7B1         #             06.39      PMS Tanah Busbar B 189E-31B    //
 05.46       PMT 7B2         #             06.44      PMS Tanah Busbar B 189E-41B    //
 05.46       PMT 7B4         #             06.49      PMS Tanah Busbar B 189E-51B    //
 05.47       PMS 7B4.1      #
 05.47       PMS 7B4.2      #
 05.49       PMS 7B2.1      #
 05.49       PMS 7B2.2      #
 05.59       PMS 7B1.1      #
 05.59       PMS 7B1.2      #
 06.04       PMT 7AB3      #
 06.06       PMT 7B3         #
 06.10       PMS 7B3.1      #
 06.10       PMS 7B3.2      #
 06.10       PMS 7AB3.1   #
 06.10       PMS 7AB3.2   #
Setelah busbar B dan penghantar Cirata 2 dinyatakan bebas tegangan maka selanjutnya dilaksanakan safety briefing dimana pengawas manuver menjelaskan mengenai kondisi sistem saat itu, pengawas pekerjaan menjelaskan tentang teknis pekerjaan yang akan dikerjakan,  pengawas K3 menjelaskan tentang keamanan saat bekerja, dilanjutkan berdoa dan melakukan yel-yel. selanjutnya dilakukan pemasangan grounding lokal dan dilanjutkan pelepasan line dropper dimulai oleh pihak vendor ( PT.Cipta mandiri dan pihak Suryana ) dimana pelaksanaan pekerjaan dikerjakan secara paralel, ada yang bekerja melepaskan line dropper di sisi busbar B oleh pihak PT.CM dan ada yang bekerja melepaskan line dropper di sisi penghantar Cirata 2 eleh pihak suryana. 


Gambar.  Skema pembebasan Diameter 3


Dengan memanfaatkan scafolding dan bantuan personel lift punya bandung selatan maka pekerjaan pelepasan line dropper menjadi lebih cepat selesai. Pukul 11.10 WIB pelepasan line dropper arah busbar B dan line dropper penghantar cirata 2 di diameter 3 sudah selesai dilaksanakan.
 
Gambar. personil akan melepas klem line dropper arah Busbar B 

 Gambar. personil melepas klem line dropper arah Penghantar Cirata 2
Setelah pelepasan line dropper arah busbar B dan pelepasan line dropper arah penghantar Cirata 2 selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan penormalan Busbar B.

Langkah - langkah penormalan busbar B yaitu:
11.25       PMS Tanah Busbar B 189E-51B    #
11.32       PMS Tanah Busbar B 189E-41B    #
11.33       PMS Tanah Busbar B 189E-31B    #
11.34       PMS Tanah Busbar B 189E-21B    #
11.36       PMS Tanah Busbar B 189E-11B    #
11.45       PMS 7B1.1      //
11.46       PMS 7B1.2      //
11.47       PMS 7B2.1      //
11.51       PMS 7B2.2      //
11.53       PMS 7B4.1      //
11.53       PMS 7B4.2      //
11.55       PMS 7B5.2      //
11.58       PMS 7B5.1      //
12.00       PMT 7B4         //
12.01       PMT 7B2         //
12.02       PMT 7B1         //
12.22       PMT 7B5         //

dikarenakan pekerjaan pelepasan line dropper arah busbar B dan line dropper arah pht cirata 2 lebih cepat dari waktu yang direncanakan maka dilanjutkan manuver  pembebasan busbar A dan penghantar Bandung Selatan 2 dalam rangka pekerjaan melepaskan line dropper arah busbar A dan line dropper penghantar bandung selatan 2 di Diameter 3. Adapun langkah-langkah manuver yaitu :
 Setelah busbar A dan penghantar bandung selatan 2 dinyatakan bebas tegangan maka dilanjutkan pekerjaan melepaskan line dropper arah busbar A oleh PT.CM dan pelepasan line dropper penghantar bandung selatan 2 di Diameter 3 oleh pihak suryana.


Gambar. pelepasan line dropper arah busbar A dan pht. bandung selatan 2

teknis pekerjaan tetap sama yaitu dilaksanakan secara paralel, ada yang bekerja melepaskan line dropper di sisi busbar A dan ada yang bekerja melepaskan line dropper di sisi penghantar Bandung Selatan 2. Setelah semua line dropper di Diameter 3 di lepaskan maka dilanjutkan pemasangan jumper / penjumperan penghantar Bandung Selatan 2 ke Cirata 2 yang dilaksanakan oleh pihak suryana. Panjang jumperan/konduktor yang akan dipasang sekitar 18 meter.  diperkirakan terjadinya swings / ayunan di jumperan saat ada angin kencang maka panjang konduktor phasa S di rubah menjadi 16,5 meter dan untuk phasa R dan T tetap 18 meter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. pukul xxx hanya phasa R saja yang terjumper dikarenakan pekerja sudah pada lelah dan waktu pekerjaan diberikan selama 2 hari maka pekerjaan pemasangan jumper arah penghantar Bandung Selatan 2 - Cirata 2 dilanjutkan keesokan harinya. selanjutnya dilaksanakan manuver penormalan Busbar A.
Langkah-langkah penormalan busbar A :

Pada tanggal 03 Sept 2017 dilakukan pemasangan jumper/konduktor phasa S dan T arah Pht bandung selatan 2 - Cirata 2 yang belum selesai dikerjakan kemarin. sebelum bekerja tetap dilaksanakan safety briefing dan hari kedua tidak ada manuver di GITET Saguling dikarenakan penghantar bandung selatan 2 dan cirata 2 masih dalam kondisi bebas tegangan. pekerjaan pemasangan jumper selesai pada pukul 11.30 WIB 
Gambar. setelah pemasangan jumper pht. Bandung Selatan 2 - pht. Cirata 2







Foto Dokumentasi :
Gambar. Klem busbar B arah Bushing Diameter 3

Gambar. Klem bushing arah Bushing Diameter 3

Gambar. Klem arah penghantar Cirata 2 / bandung selatan 2

Pemasangan scafolding untuk pelepasan line dropper

 Gambar. pelepasan Klem bushing dengan bantuan personel lift

 Gambar. perakitan konduktor baru yang akan digunakan sebagai jumper

 Gambar. pelepasan Klem busbar B


Sabtu, 26 Agustus 2017

SIMULASI ASUT GELAP DI GITET SAGULING

Tanggal 26 Agustus di laksanakan Asut Gelap Line charging dari PLTA Saguling - GISTET Saguling ke GITET Cirata. Untuk itu perlu dilakukan manuver pembebasan tegangan arah penghantar Cirata 1 dan busbar A.

Manuver pembebasan Tegangan : 
09.52          PMT 7AB4         # 
09.56          PMT 7B4           # 
09.56          PMT 7AB2        #  
09.57          PMT 7AB1        # 
09.58          PMT 7A3          #  
09.58          PMT 7A2          # 
09.58          PMT 7A1          # 

Skema line charging PLTA Saguling - GITET Saguling - GITET Cirata pada tgl. 26 agustus 2017 yaitu tegangan akan dibangkitkan oleh generator Unit 1 masuk ke MTR 1 kemudian menuju ke GITET Saguling. operator di GITET Saguling akan memantau tegangan yang datang dari MTR 1 dan melaporkan ke PLTA Saguling, tegangan MTR 1 akan terus naik dari dari <200kV sampai mendekati 500kV. setelah tegangan normal mendekati 500kV maka  ( PMT 7A1 // ) tegangan akan d salurkan lewat busbar A kemudian (PMT 7AB4 //) tegangan menuju ke penghantar cirata 1 , selanjutnya dilakukan proses penutupan/Syncron di GITET cirata. Setelah syncron di GITET Cirata maka selanjutnya perlu mensyngkronkan Busbar A dan Busbar B di GITET saguling (dengan cara PMT 7B4 //). proses selanjutnya tinggal memasukan PMT 7A2, PMT 7A3, PMT 7AB2 dan PMT 7AB1. untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :




Manuver Penormalan Tegangan :
10.39          PMT 7A1          //
10.42          PMT 7AB4       //  
10.49          PMT 7B4          // 
10.53          PMT 7A3         //  
10.54          PMT 7A2         //     
10.54          PMT 7AB2      //     
10.54          PMT 7AB1      //  

simulasi asut gelap bertujuan untuk mengetahui seberapa lama proses pemulihan sistem  ( dari off sampai dapat beroperasi kembali)  ketika terjadi blackout serta untuk mengetahui kesiapan peralatan.

UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI OPGI

Tanggal 24 -26 Agustus 2017 saya mengikuti UJI SERTIFIKASI tentang  Pengoperasian dan Monitoring Gardu Induk. Hari pertama diadakan tes tulis yang jenis soalnya ada Essay, pilihan ganda, mencocokan. Pertanyaannya seputar teori dasar listrik, fungsi-fungsi dari peralatan di gardu induk. 
 
Selanjutnya diadakan tes wawancara dimana di uji oleh 3 orang penguji dimana pertanyaannya seputar single line diagram gardu induk, kegiatan saya di gardu induk, apa saja yang perlu dimonitoring di gardu induk. Salah satu penguji menanyakan untuk apa dipasang genset d saguling? Dan saya menjawab dengan suara terputus-putus (dikarenakan gugup ^_^) sebagai backup supply 380V ketika trafo PS padam. Apabila terjadi gangguan di pembangkit maka supply Trafo pemakaian sendiri  ( HTR 5 dan HTR 6) akan padam karena supply PS GITET SAGULING dari Pembangkit PLTA Saguling. Selanjutnya penguji menanyakan apa saja yang kamu monitoring di GITET Saguling dan saya menjawab saya melaksanakan Inspeksi Level 1 : monitoring tekanan Gas SF, Tekanan Minyak hidrolik, counter kerja motor hidrolik, counter LA, arus bocor LA, dan moitor keadaan fisik peralatan d switchyard dan untuk Inspeksi Lever 2 : melakukan Termovisi rutin. Kemudian penguji menanyakan kamu tau apa penyakit di GITET Saguling ? dan saya menjawab dikarenakan umur peralatan sudah 32 tahun maka bnyak terdapat kebocoran gas SF6 di kompartemen Diameter 1 s/d 5 dan untuk PMT 7AB5 tidak operasi dikarenakan saat dilakukan overhaul ditemukan bahwa closing Resistor di PMT 7AB5 mengalami perubahan warna dan pihak vendor menyarankan penggantian dan tidak berani bertanggung jawab jika di operasikan tanpa melakukan penggantian closing resistor. Selain itu penguji hanya menanyakan sputar pegawai dan spv yang menjaba sekarang.
Hari kedua diadakaan praktek manuver dimana Saat praktek manuver saya mendapatkan tugas untuk melaksanakan penormalan system /pemberian tegangan arah penghantar cianjur. Peralatan di GI Simulator menggunakan system 150kV double busbar 1 CB ini merupakan pengalaman baru bagi saya dikarenakan ada sedikit perbedaan bentuk fisik panel controlnya, dikarenakan di GITET Saguling menggunakan system 1 ½ Busbar. Setelah selesai melakukan manuver kami diberikan tugas untuk menggambar 8 panel control yang terdapat di GI simulator dan menjelaskan nama peralatan dan fungsi setiap peralatan yang terpasang di panel control.

Hari ketiga merupakan hari terakhir dimana kegiatannya hanya mengumpulkan tugas serta berkas-berkas yang menjadi persyaratan untuk uji sertifikasi kompetensi dan terakhir acara penutupan.

Minggu, 23 Juli 2017

PEMELIHARAAN RUTIN PANEL CONTROL DAN PANEL PROTEKSI

Pada tanggal 24 Juli 2017 dilaksanakan pemeliharaan rutin ruangan panel control dan ruang panel proteksi di GISTET Saguling. Sebelum melaksanakan pemeliharaan terlebih dahulu menyiapkan material dan peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan diantaranya:
- Alat Vaccum
- Roll cable
-  Kamoceng
- Pembersih kaca ( Cling )
- Lap majun
- Contact Cleaner
- Kamper


Jumat, 21 Juli 2017

SISTEM AC & DC DI GITET SAGULING



Setiap Gardu Induk pasti memerlukan Supply untuk pemakaian sendiri entah itu supply  untuk peralatan elektronik kantor, supply penerangan, supply untuk relay proteksi dan supply yang lainnya. kali ini saya akan membahas mengenai sistem AC DC yang ada di GISTET Saguling dimana Supply pemakaian sendiri di pasok langsung dari Pembangkit IP Saguling. dibawah ini adalah skema dari Supply Pemakaian Sendiri di GISTET Saguling.